Back to home page

When Bloggers Get Lazy

13 Julai 2007 • 17 Komen Cetak Chenta!
Unless you are Richard MacManus, any fellow bloggers get lazy sometimes. So do I. When they get lazy, they don't update. Even if they update, the post is shallow and not deep enough (like this post).

When bloggers get lazy, they resort to:
  1. Copy/paste everything they find on the web - news, articles, lyrics, poems, jokes, funny and bizarre photos, etc, - in its pure and raw form. If at least 40% of your blog contents consist of copy/paste stuffs, then you better channel your energy on something else and please stop thinking to do dakwah by blogging. The art of writing is not in your gene. REMEMBER: Avoid excessive copy/paste; it is a cardinal sin in blogging.

  2. If they are slightly not lazy, they will do #1 by supplementing them with some kind of short commentary. I mean *really really* short.

  3. Blogging instant message conversations they have. This is the art of killing two birds with one stone but arguably useless.

  4. Saying 'I am lazy today and I have nothing to say =p'. This technique mimic this post, only slightly worse.

If you do not have something to write, then don't write at all. If you want to write, then gradually improve your proficiency in journalism. More Muslim should write articles, not just blog postings.

Anyway recently I stumbled upon the photo below, titled Love for Parents. I just love it.

Caption: Carrying Zamzam Water to his father who was sitting and reading Quran.
Credit to Alsay on Flickr.


I am looking for some spiritual enlightenment by reflecting the yesteryear me and by listening to The Hereafter. Sometimes thinking too much about dunia kills my soul. Period.

[LITTLE UPDATE]
Listen to this. Most probably this beautiful poem was recited by Sheikh Hamza Yusuf's daughter. It is cute and can probably keep your laziness away!

17 Komen Tambah Komen↴

It is better to be quiet than to say all the wrong things.

nnydd

Tanpa Nama

I can't agree with you any better
Killing OUR souls.

Duhai adikku Tawel, renungkanlah sajak di bawah ini...

Ana bukanlah penulis yang baik, tapi sekadar pandangan ana yang tidak seberapa ini, terkadang kita seharusnya juga "loosen-up".

Biarkanlah budaya 'copy and paste' sekadarnya untuk permulaan...

Tak semua(termasuk saya) ada bakat menulis, lantas mereka mendambakan mem'posting'...

Bayangkan perasaan mereka apabila apabila perasaan ingin 'posting' itudicantas,iyalah-kerana tiada arikel original yaang mampu kami hasilkan.

Pokoknya kepuasan posting itu juga harus dinilai dan diperhalusi.

Saya mempunyai kepuasan posting walau sekadar copy and paste atau mengiklankan blog sahabat/program.

Mohon salah dan silap.



"Pamplet Penyair"(Pamphleten van een Dichter) (State of Emergency)

AKU TULIS PAMPLET INI
KARENA LEMBAGA PENDAPAT UMUM
DITUTUPI JARING LABAH-LABAH
ORANG-ORANG BICARA DALAM KASAK-KUSUK,
DAN UNGKAPAN DIRI DITEKAN
MENJADI PENG-IYA-AN

APA YANG TERPEGANG HARI INI
BISA LUPUT BESOK PAGI
KETIDAK PASTIAN MERAJALELA
DI LUAR KEKUASAAN KEHIDUPAN MENJADI TEKA-TEKI,
MENJADI MARABAHAYA,
MENJADI ISI KEBON BINATANG

APABILA KRITIK HANYA BOLEH LEWAT SALURAN RESMI
MAKA HIDUP AKAN MENJADI SAYUR TANPA GARAM
LEMBAGA PENDAPAT UMUM TIDAK MENGANDUNG PERTANYAAN
TIDAK MENGANDUNG PERDEBATAN
DAN AKHIRNYA MENJADI MONOPOLI KEKUASAAN

AKU TULIS PAMPLET INI
KARENA PAMPLET BUKAN TABU BAGI PENYAIR
AKU INGINKAN MERPATI POS
AKU INGIN MEMAINKAN BENDERA-BENDERA SEMAPHORE DI TANGANKU
AKU INGIN MEMBUAT ISYARAT ASAP KAUM INDIAN
AKU TIDAK MELIHAT ALASAN

KENAPA HARUS DIAM TERTEKAN DAN TERMANGU
AKU INGIN SECARA WAJAR KITA BERTUKAR KABAR
DUDUK BERDEBAT MENYATAKAN SETUJU ATAU TIDAK SETUJU

KENAPA KETAKUTAN MENJADI TABIR PIKIRAN ?
KEKHAWATIRAN TELAH MENCEMARKAN KEHIDUPAN
KETEGANGAN TELAH MENGGANTI PERGAULAN PIKIRAN YANG MERDEKA

MATAHARI MENYINARI AIRMATA YANG BERDERAI MENJADI API
REMBULAN MEMBERI MIMPI PADA DENDAM
GELOMBANG ANGIN MENYINGKAPKAN KELUH KESAH
YANG TERONGGOK BAGAI SAMPAH
KEGAMANGAN
KECURIGAAN
KETAKUTAN
KELESUAN

AKU TULIS PAMPLET INI
KARENA KAWAN DAN LAWAN ADALAH SAUDARA
DI DALAM ALAM MASIH ADA CAHAYA
MATAHARI YANG TENGGELAM DIGANTI REMBULAN
LALU BESOK PAGI PASTI TERBIT KEMBALI
DAN DI DALAM AIR LUMPUR KEHIDUPAN
AKU MELIHAT BAGAI TERKACA :
TERNYATA KITA, TOH, MANUSIA !

Hehe, jangan terasa ye wahai bang dhuat. Sekadar mahu kita semua melihat isu copy/paste ni dari 4 sudut:

1) Blog usability - people rarely read the same things twice.

2) Internet pollution and traffic congestion with the redundancy of contents - when you google, you don't want to come across the same articles over and over.

3) Plagiarism in splogging - to get dirty money and easy traffics;

4) Profesionalism in blogging. Why do you blog in the first place? This will answer how much the ratio of copy/paste:original.


PS: Sajak asal tu dalam bahasa apa bang dhuat? German ke?

Sajak tu sajak rendra, pengkritik sosial di Indonesia.kertas kerja dan sajak-sajaknya banyak diterjemahkan ke bahasa luar(selain indonesia.)

Hehe biasakla orang dah tua ni, mudah terasa :)

aku copy paste dari file sajak aku:

anda menyanyi anda kata puas
anda menulis anda kata puas
anda melukis anda kata puas
anda berceramah anda kata puas
anda puas tang mana benarnya?

anda kata anda tak puas hati
anda kata anda mahu cuba lagi
anda kata anda akan terus usaha
lebih gigih lebih tabah
untuk satu usaha copy dan paste.

tak apalah kalau hari ini kita mengajuk kata ayah
tak apalah kalau hari ini kita ulang bebel ibu
tak apalah kalau hari ini kita tiru tokoh mana-mana
apa salah untuk kita mengulang jejak?
kerna bukankah mengikut sunnah Rasul juga suatu keimanan?

tapi jarang kau sedar apa yang penting dalam proses itu.
Nabi berpuasa, tapi nabi juga berbuka.
Nabi solat, tapi nabi juga tidur.
Nabi tahan nafsu, tapi nabi juga kahwin.

apa yang penting adalah fikir.

kita boleh copy paste, tapi biarlah berfikir.
kita boleh mengajuk,mengulang, atau meniru, tapi biarlah berfikir.
kita boleh menjejaki langkah-langkah ulama dan tokoh, tapi biarlah berfikir.

fikirlah akan apa yang kamu mampu sumbangkan.
kerana percayalah manusia itu tak pernah ada seorang pun serupa dengan seorang yang lain.
kerana itu, pasti kau sedar, kau mampu bina sesuatu dari keupayaan kau sendiri.

huish.. agak terasa~

ruqayya

terkena batang hidung ini. tapi takpe la, macam satu komen dari brother ahmad kat atas tu, saya setuju sesangat. tak semua ada bakat menulis atau pengetahuan yang meluas untuk menghasilkan artikel sendiri. ada orang ber blog just untuk suke2 je. macam saya la. huhu. tapi saya harap saudara tawel(kan? ke saudari? hehe) dapat terus menulis di blog ni. blog tawel ni sangat best. gambate!!

Maaflah kalau PiE dan lain-lain terasa. Tak explain terang-terang dalam entri tu sebab tengah agak malas nak tulis banyak-banyak ;). Sebenarnya tak perlu tulis blog dengan isi yang berat-berat dengan perkataan yang boombastik and mumbo jumbo info.

Kalau tulis tentang kisah hidup, buat supaya ada pengajaran yang boleh diambil. Semua orang ada kisah hidup yang unik dan tersendiri. Apa yang menjadikan kisah hidup itu menarik untuk dibaca adalah cara ia dipersembahkan.

Tulis kisah hidup dan tambahkan pengajaran dan kurangkan mencapub dalam tulisan tu. (kalau tak tahu maksud mencapub, tanya budak-budak asrama penuh). Ini jauh lebih bagus dari copy/paste. Ingat, orang tak datang blog kita untuk baca bahan copy/paste.

Setelah lama-lama tulis blog ni, saya belajar yang dalam setiap tulisan kita, tak perlu tulis dalam gaya yang akademik. Kalau orang nak baca sesuatu yang bersifat terlalu akademik, biasanya orang baca buku atau jurnal - bukan baca blog.

Dan kalau mahu buat blog yang ada bersifat ilmiah, buat gaya tulisan biasa saja, contohnya macam yang Ustaz Hasrizal buat tu. Jangan guna bahasa buku. Bahasa buku ilmiah adalah bahasa mati bagi orang awam. Gaya tulisan yang terlalu berat lagi susah nak difahami biasanya akan buat orang lari.

hu hu biarlah malas pun, copy paste, mmg itu yg byknya di blog ana. kdg2 busy, banyak masa busy... jdi dr biar blog tu takde pape, kan baik, apa yang dapat dr email, letak kat situ, at least bolehlah berkongsi2 apa yang dapat tu... memanjang2kan ilmu dalam bentuk yg lebih luas.

btw; ni lari topik sikit... akak nak tanya sikit dgn tawel, familiar tak dengan Titus Burckhardt? karya dia banyak ke art n mungkin sufism. tgh cari2 maklumat ttg theory seni martin lings, byk pula berkenaan dgn dia kuar. sufism akak kurang tahu. just bertanya kot adik mengetahui. :-)

Jauh dah perbincangan ye tawel, nampaknya tawel kena buka bengkel penulisan non kreatif dan kreatif le ;) , apapun saya tak masaalah dengan apa2 jenis artikel, janji mengekakalkan keaslian bahasa, tak ada rojak2 dan paling penting kurangkan copy paste.

saya bukan apa, bila melihat artikel copy paste ni mcm nampak ada budaya malas berfikir dalam masyarakat kita, tak progresif. bukan maksud nak suruh buat idea baru atau semua kena jadi pemikir untuk menulis. Tulislah perkara yang biasa, tak berat sangat tapi dengan persembahan yang pelbagai. Satu idea atau gagasan yang biasa dipersembahkan dengan pelbagai corak akan menyebabkan orang tertarik dengan idea tersebut.

Begini, cuma persembahkan penulisan tu perlu lahir dari gaya dan hati kita sendiri, biar tulis ayat mcm budak darjah tiga, itu lebih baik dari copy paste. ini sekadar pandangan dari orang yang tengah bercuti.

Ehem, tak familiar la pulak kak Yamina. :)

Ibnulfaridh, tengah cuti ya? Awat pasang protection kat blog tu?

hmm, macam familiar dgn nama Mcmannus tu. Yg bunuh parents die lepas tu bunuh diri ke?
hm, tuelah, mase mula2 buat blog dulu, konon nak tulis selalu...tapi tulah, ade syndrome lazy bloggers rupenya..huhu..apo nak dikato?

Aslkm.

Ada orang berbakat menulis dan menegluarkan idea, ada orang yang kurang berkebolehan. Copy n paste rasanya Ok tapi janganlah banyak sangat- lebih CNP berbanding isi hati sendiri rasanya kurang menarik dibaca. Kalau CNP pun , buatlah ulasan dua tiga perenggan... baru best. ye tak?

Tapi kan, memang kadang-kadang ada artikel tertentu yang sangat menarik bagi kita menyebabkan kita terpaksa CNP (tapi... kena hurai le jugak).

Secara peribadi, ana sendiri lebih minat blog yang kurang CNP, lebih-lebih lagi kalau blog dakwah. Dari situ kita dapat menilai pemahaman dan pandangan penulisnya. Kalau tak, bercampur aduk- mana satu idea dia mana satu idea orang lain. bagi orang-orang yang suka menilai pemikiran orang ni... rasa tak sedap kalau macam tu.

Antara blog yang ana suka lawati seperti Bakistani, Hembusan dan al Bazrah.

Akhirnya, walau apapun jenis blog kita, kita niatkan sedari awal ia untuk Allah/ agama Islam.

Wallahualam.

Alexanderwathern

Tanpa Nama

I totally agree with you, it is better not to write anything rather than pasting up something just to keep the regular readers coming back. Need to keep surviving through the lazy moments.

Yusuf is the first American lecturer to teach in Morocco's prestigious and oldest University, the Karaouine in Fes. In addition, he has translated several classical Arabic traditional texts and poems into modern English. [1] He is married and has five children, all boys. source: Wikipedia.
mungkinkah yang membaca poem tu anak lelakinya?

Hmm.. Tak pernah pula tahu anak dia semua lelaki. Tapi suara budak tu macam suara budak perempuan. Tapi mungkin juga kot lelaki. ;)

Ada komen atau soalan?

Setiap komen insya-Allah dibaca kesemuanya. Dibalas jika perlu. Dibuang jika tak berkaitan. Sekian adanya.